Skip to main content

Mobile Phone Lebih Bahaya Dari Rokok

Sebuah studi terbaru menemukan semakin banyak bukti yang menyatakan bahwa akibat dari penggunaan telepon selular mungkin lebih berbahaya daripada rokok atau asbes. Dan orang-orang sedapat mungkin sebaiknya menghindari penggunaan telepon selular bila memungkinkan.

Studi yang dipimpin oleh profesor Khurana, salah satu ahli bedah saraf terkenal di dunia, menemukan bahwa penggunaan telepon selular selama 10 tahun akan menimbulkan resiko dua kali lipat lebih besar terkena kanker otak. Hasil penelitiannya ini telah diterbitkan secara online di komunitas ilmiah untuk dipelajari lebih jauh.

Khurana mengatakan kepada para wartawan, "Ada peningkatan yang signifikan yang ditunjukkan oleh tubuh dan memperlihatkan hubungan antara penggunaan telepon selular dan tumor otak tertentu". Dan ia juga menambahkan bahwa hubungan ini "secara definitif telah terbukti" dalam satu dekade.

Tekhnologi canggih memang banyak menghasilkan keuntungan bagi para penggunanya. Namun efek negatif yang ditimbulkannya juga harus tetap kita waspadai. Seperti radiasi dari telepon selular yang kita gunakan dalam kehidupan sehari-hari. Jangan sampai karena penggunaan telepon selular yang berlebihan justru membuat kita kehilangan aset yang paling berharga dari tubuh kita, yaitu kesehatan.

Comments

Popular posts from this blog

Belajar dari Kota Minamata

Minamata, sebuah kota kecil yang membawa saya kembali pada ingatan masa lalu ketika mengenyam pendidikan sekolah dasar.

What is a Vacuum Headache?

When taking part in any activity involving a change in altitude, you will need to take precautions to prevent vacuum headaches. Whether you are flying or diving, a vacuum headache can quickly turn an enjoyable vacation or trip into a painful experience.

Menjadi Minoritas di Negeri Sakura

Saya benar-benar tidak pernah memikirkan hal ini, hingga saya pergi ke Jepang untuk menikmati research internship program dari IRCMS-Kumamoto University. Memijakkan kaki di negara yang mayoritas beragama Shinto dan Buddha, saya mendadak menjadi golongan minoritas karena saya beragama Islam.