Skip to main content

Minuman Bersoda, Berbahayakah???



Beberapa bulan lalu saya melakukan percobaan sederhana ini, percobaan ini saya lakukan dengan tujuan mengetahui pengaruh soda terhadap zat penyusun tulang. Sebenarnya percobaan ini menggunakan tulang ayam dan larutan asam (HCl), tapi saya mencoba untuk mengganti larutan HCl dengan minuman bersoda. Jika menggunakan larutan HCl, persamaan reaksinya :

CaCO3 + HCl menjadi CaCl2 + H2O + CO2


Keterangan:
CaCO3 = Kalsium Karbonat (zat yang terkandung pada tulang ayam)
HCl = Asam Klorida
CaCl2 = Kalsium Klorida
H2O = Air
CO2 = Karbon Dioksida.


Cara Kerja:
  1. Cucilah tulang ayam sampai bersih sehingga tidak ada lagi daging yang menempel.
  2. Siapkan larutan asam dan masukkan tulang ayam tersebut sampai semua bagiannya terendam. Rendamlah selama kurang lebih 15 menit.
  3. Setelah itu angkat menggunakan pinset.
  4. Tekanlah tulang ayam tersebut dengan menggunakan ujung pinset. Lakukan juga penekanan pada tulang ayam yang tidak direndam larutan asam.
  5. Bandingkan struktur tulang ayam yang dimasukkan ke dalam larutan HCl dengan tulang ayam yang tidak dimasukkan ke dalam larutan HCl.
Tulang ayam yang direndam ke dalam larutan HCl selama kurang lebih 15 menit dan diangkat menyebabkan struktur tulang yang awalnya sangat keras berubah menjadi lunak dengan disertai endapan-endapan bagian tulang ayam di dasar rendaman tersebut. Semakin lama direndam dan semakin ditambah konsentrasi HCl membuat struktur tulang semakin cepat berubah menjadi lunak.

Dari seluruh rangkaian percobaan diatas, saya mencoba berpikir dan mengganti larutan HCl dengan minuman bersoda. Dan hasilnya sama dengan apa yang terjadi larutan HCl yaitu struktur tulang yang keras berubah menjadi sangat lunak dengan disertai endapan-endapan bagian tulang ayam di dasar rendaman tersebut. Tetapi ada beberapa perbedaan antara menggunakan larutan HCl dan minuman bersoda yaitu jika menggunakan minuman bersoda waktu yang dibutuhkan untuk membuat tulang ayam menjadi lunak lebih lama sekitar 2-3 minggu (berdasarkan percobaan yang saya lakukan). Minuman bersoda ternyata juga mengandung asam, ada yang berderajat asam tinggi ataupun rendah.




Kesimpulan yang mungkin bisa kita dapat dari percobaan yang saya lakukan adalah jangan terlalu sering meminum minuman bersoda karena tidak baik bagi kesehatan, adapun bahaya minuman bersoda sebagai berikut:


1. Obesitas
Obesitas merupakan penyakit kelebihan berat badan minimal 75 persen dari berat ideal. Obesitas merupakan faktor utama penyebab meningkatnya risiko diabetes, terutama diabetes tipe 2 dan penyakit kardiovaskular.
Penyebab utama obesitas adalah konsumsi makanan yang berlebihan, tanpa diimbangi aktivitas fisik dan olahraga. Konsumsi makanan yang berlebihan menyumbangkan banyak sekali energi (yang tidak berguna) ke dalam tubuh. Penyebab obesitas lainnya adalah karena keturunan (genetik).

2. Kanker Esofagus (Kerongkongan)
Makanan dan minuman yang masuk ke dalam tubuh akan berpengaruh terhadap resiko serangan kanker. Sebuah studi yang dilakukan di Amerika Serikat oleh tim dari Tata Memorial Hospital, India, menunjukkan bahwa kenaikan konsumsi minuman ringan berkarbonat diikuti oleh naiknya kasus kanker esofagus.

Tim peneliti menyimpulkan bahwa kenaikan kasus kanker esophagus tersebut berhubungan dengan naiknya konsumsi minuman bersoda. Kesimpulan mereka juga didukung oleh dasar biologis yang kuat dari hasil studi lainnya.

Minuman bersoda menyebabkan lambung menggembung dan menyemburkan kembali sebagian ke arah kerongkongan. Proses ini diketahui berhubungan dengan terbentuknya kanker.

3. Hipertensi
Dalam Sebuah penelitian ditemukan hubungan antara hipertensi dengan mengkonsumsi softdrink yang mengandung kafein, tanpa memperhitungkan apakah mengandung gula atau tidak.

4. Melemahkan Sistem Imunitas
Gula yang terkandung dalam soft drink adalah salah satu alasan mengapa sering terjadinya flu dan infeksi pada pencandunya. Seorang ilmuwan telah membuktikan dan menunjukkan bahwa gula dapat menghalangi kemampuan tubuh untuk melawan bakteri.

Soft drink yang mengandung 12 sendok teh gula, cukup melemahkan kemampuan sel darah putih untuk melindungi tubuh dari bakteri patogen. Yaitu sebesar 60% untuk selama 5 jam. Ketika Anda sering mengonsumsi soft drink setiap hari dan makanan bergula lainnya berakibat sel-sel darah putih tidak bekerja efektif untuk beberapa jam setiap hari.

5. Kesehatan Tulang Dan Osteoporosis
Minuman ringan tidak selalu menyebabkan osteoporosis. Terdapat berbagai faktor dan mekanisme yang melatarbelakangi terjadinya osteoporosis. Risiko osteoporosis berkebalikan dengan kekuatan massa tulang yang telah terbentuk sebelum seseorang menjadi konsumen minuman ringan.

Minuman ringan yang memiliki kadar asam fosfat tinggi menyebabkan peningkatan asupan fosfor dalam tubuh. Hal ini menyebabkan terganggunya keseimbangan rasio yang berakibat pada terhambatnya penyerapan kalsium yang berdampak terhadap penurunan massa tulang dan akhirnya osteoporosis.
Kafein yang terkandung dalam minuman ringan dapat memacu pembuangan kalsium melalui urin. Hal ini pulalah makin mendukung rendahnya asupan kalsium pada konsumen minuman ringan (Jacobson, 2003; Field, 2003).


6. Kerusakan Gigi
Gula pasir yang telah dimurnikan memegang banyak peran dalam menyebabkan kerusakan gigi. Konsumen minuman ringan selalu mengekspos gigi mereka dengan gula yang berasal dari minuman ringan sepanjang hari.
Sebuah penelitian yang dilakukan pada tahun 1974, menemukan korelasi positif antara frekuensi konsumsi minuman ringan dengan tingkat keparahan kerusakan gigi, terutama pada anak-anak.Penemuan ini cukup mencengangkan karena para peneliti juga telah memperhitungkan konsumsi makanan manis lainnya, tetapi tetap menemukan bahwa minuman ringanlah yang paling banyak berkontribusi dalam menyebabkan kerusakan gigi (Jacobson, 2003).

7. Penyakit Jantung
Penyebab utama terjadinya penyakit jantung atau penyakit kardiovaskular lainnya adalah konsumsi makanan yang tinggi kolesterol dan lemak jenuh, merokok, dan gaya hidup santai dengan aktivitas fisik yang minimal. Penyebab lainnya yang berisiko sangat besar pada orang dewasa adalah konsumsi gula berlebih.

Gula hasil penguraian karbohidrat akan dengan segera meningkatkan kadar trigliserida darah. Tingginya kadar trigliserida darah kemudian diasosiasikan dengan tingginya risiko terserang penyakit jantung.

8. Batu Ginjal
Batu ginjal merupakan kondisi terdapatnya kristal kalsium dalam ginjal. Kristal tersebut dapat berupa kalsium oksalat, kalsium fosfat, maupun kalsium sitrat.
Mekanisme pemunculan batu ginjal sangat sejalan dengan mekanisme pemunculan osteoporosis. Gangguan keseimbangan rasio menyebabkan penyerapan kalsium menjadi terhambat dan menyebabkan kalsium menjadi tidak larut. Akibatnya, kalsium mengendap di ginjal dalam bentuk kristal kompleks. Endapan kristal inilah yang lama-kelamaan membesar dan menjelma menjadi batu ginjal.

9. Satu kalengnya menyamai 10 sendok gula yang cukup untuk menghancurkan Vitamin B, dimana kekurangan Vitamin B akan mengakibatkan buruknya pencernaan, lemahnya tingkat kesehatan, tegangnya urat syaraf, pusing, sulit tidur, cemas dan kejangnya otot.

10. Mengandung CO2 yang menyebabkan lambung tidak bisa menghasilkan enzim yang sangat penting bagi proses pencernaan, yang demikian itu terjadi jika mengkonsumsinya bersamaan dengan makan, atau setelahnya. Juga menyebabkan peniadaan fungsi enzim-enzim pencernaan yang dihasilkan oleh lambung, yang selanjutnya tergganggunya proses pencernaan dan pengambilan sari-sari makanan.

11. Kafein Menyebabkan meningkatnya frekuensi detak jantung, naiknya tekanan darah, gula dalam darah, bertambahnya keasaman lambung, bertambahnya hormon-hormon dalam darah yang kadang bisa menyebabkan radang dan terlukanya lambung serta usu duabelas jari. Sebagaimana ia meningkatkan tekanan pada bagian bawah saluran makanan yang menyebabkan tertolaknya makanan dan zat asam dari dalam lambung ke tenggorokan (saluran makan), yang hal ini dapat menyebabkan rasa nyeri dan radang.

Alternatif Sehat Pengganti Soda
Lantas apa yang bisa membantu melepas ketergantungan terhadap soda? Melihat nilai gizi, jus merupakan pilihan minuman terbaik. Sedangkan air merupakan minuman terbaik agar tubuh tetap terhidrasi. Satu hingga dua gelas jus buah setiap hari serta enam gelas air putih serta minuman yang diperkaya kalsium adalah paduan terbaik untuk kesehatan.



Comments

  1. untung daku minum aer putih segentong tiap hari xixiix..thx for sharing bro

    ReplyDelete
  2. hahaha...iki penelitian opo tho dek? sing ditulis lain, sing dibahas lain, sing kesimpulan lain..but good, dah sharing, penelitian itu metodenya juga harus bener untuk sampai pada kesimpulan yang bener..tar malah jadi hoax...salam curiosity...hehehe...

    ReplyDelete
  3. sepertinya udah nyambung, tinggal baca yang teliti aja... hehehe...

    ReplyDelete
  4. wah bener jadi lunak ???
    coba kirim tulang ayamnya...
    hahaha
    boleh di coba ni gan...
    nice post ... ^_^d

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you!

Popular posts from this blog

Belajar dari Kota Minamata

Minamata, sebuah kota kecil yang membawa saya kembali pada ingatan masa lalu ketika mengenyam pendidikan sekolah dasar.

What is a Vacuum Headache?

When taking part in any activity involving a change in altitude, you will need to take precautions to prevent vacuum headaches. Whether you are flying or diving, a vacuum headache can quickly turn an enjoyable vacation or trip into a painful experience.

Menjadi Minoritas di Negeri Sakura

Saya benar-benar tidak pernah memikirkan hal ini, hingga saya pergi ke Jepang untuk menikmati research internship program dari IRCMS-Kumamoto University. Memijakkan kaki di negara yang mayoritas beragama Shinto dan Buddha, saya mendadak menjadi golongan minoritas karena saya beragama Islam.