Skip to main content

Taman Husada Graha Famili



Indonesia memiliki kurang lebih 35.000 jenis tanaman atau sekitar 10% dari jumlah jenis tanaman di dunia. Namun hanya 1.000 jenis tanaman yang telah dimanfaatkan oleh masyarakat untuk upaya penyembuhan dan pencegahan suatu penyakit, peningkatan daya tahan, dan pengembalian kesegaran tubuh.




Saat ini trend pengobatan masyarakat mengarah pada bahan alam (back to nature). Hampir 80% penduduk dunia memilih produk herbal untuk mengobati penyakit yang diderita. Kondisi ini dapat memicu terjadinya pengambilan tanaman secara liar. Keanekaragaman hayati di Indonesia telah dan sedang mengalami proses degradasi pada tingkat yang mengkhawatirkan. Upaya konservasi tumbuhan merupakan harga mati sebagai upaya menjaga warisan anak cucu.



Universitas Airlangga melalui Fakultas Sains dan Teknologi, bersinergi dengan PT. Intiland Development Tbk, dalam upaya konservasi tumbuhan obat dengan konsep botanical garden. Sinergi ini diwujudkan dalam "Taman Husada Graha Famili", sebagai bentuk kontribusi dalam bidang edukasi dan konservasi tumbuhan obat.

Comments

Popular posts from this blog

Bioteknologi Modern

S eiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli teknlogi mulai mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip ilmiah melalui penelitian dan berupaya menghasilkan produk secara efektif dan efisien. Bioteknologi tidak hanya di manfaatkan dalam industri makanan, tetapi telah mencakup berbagai bidang seperti rekayasa genetika, penanganan polusi, penciptaan sumber energi dan lainnya. Dengan adanya penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bioteknologi makin besar manfaatnya untuk masa yang akan datang. Berikut beberapa penerapan bioteknologi yang akan di bahas: A. Rekayasa Genetika Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan mahluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika disebut juga pencakokan gen atau rekombinasi DNA. Dalam rekayasa genetika digunakan DNA untuk menggabungkan sifat mahluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap mahluk hidup mempunyai struktur yang sama, sehingga dapat direkom...

Keajaiban Matahari

M atahari adalah unit terbesar dari sistem tata surya kita. Matahari sangatlah panas dan mengandung gas yang selalu terbakar. Di permukaannya selalu terjadi ledakan bagaikan jutaan bom atom yang dijatuhkan tiap waktu. Ledakan ini menghasilkan lidah api raksasa yang ukurannya 40 atau 50 kali lebih besar dari bumi kita. Matahari seperti bola api raksasa yang memberikan panas dan cahaya yang sangat besar dari permukaannya. Ruang angkasa, bagaimanapun, gelap gulita. Bumi kita adalah salah satu bagian yang indah dari kegelapan mutlak itu. Dan, tidak ada unit lain selain matahari di tata surya kita yang mampu menyinari dan menghangatkan bumi kita. Apabila bukan dari matahari, maka akan terjadi malam selama-lamanya, dan setiap daerah akan terselimuti es. Kehidupan dengan begitu akan mustahil, dan kita pun tidak akan ada. Panas yang diberikan matahari akan sangat tinggi selama musim panas. Namun, matahari ja...

Pengawet Mayat untuk Pengawet Makanan!!!

M emasuki kamar mayat dirumah sakit mana pun adalah sama. Begitu masuk, bukan tercium bau mayat yang mungkin sudah membusuk, tetapi bau senyawa pengawet yang menyengat dapat mengeluarkan air mata dan kemungkinan besar bagi yang tak biasa atau bau menciumnya akan meyebabkan muntah-muntah. Dengan demikian, tidak aneh para petugas terkait memakai masker, yang menutupi hidung dan mulutnya. Inilah formalin, senyawa kimia yang lebih umum dikenal sebagai pengawet mayat di kamar mayat sebelum dibawah oleh keluarganya. Akan tetapi sekarang, mengapa ada pengusaha atau pedagang yang tega menggunakan formalin (senyawa pengawet) tersebut, bukan untuk pengawet mayat tetapi justru untuk pengawet makanan??? Dari data dan informasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Departemen Kesehatan yang beredar/sudah disiarkan oleh beberapa media masa, tercatat lebih dari 80% (86,2%) mie basah yang banyak dijual dipasar, toko swalayan ataupun sudah menjadi bahan utama di tukang mi kocok, tukang bakso, ...