Skip to main content

My Research Internship in Dengue Lab

 

This is my short story about my research internship almost two years ago in Dengue Lab, Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga.

When I was a child, I was a Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) survivor. Thenceforward, I’ve had more thinking about biology also I've always felt fascinated in life science phenomena, i.e. how our bodies can regulate metabolism, how our bodies use our immune system to defend us from viruses or other organisms, and so on. That's why, I took major in Biology.

Nowadays, Dengue Hemorrhagic Fever (DHF) is a global health problem in tropical and subtropical regions, also endemic diseases in 110 countries around the world. Indonesia is one of the largest country in dengue endemic regions. In 2010, Indonesia became the first ranked country in ASEAN by the highest number of cases in DHF and hyperendemic predicate. 

During my undergraduate studies, I received a research grant from Indonesian government for vector control research, exploring plant extracts from the Rutaceae family against 3rd instar larvae of Aedes aegypti and Culex fatigans. In the early 2015, I did a research internship in Dengue Lab, Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga. I did my research internship with the topic of detection of dengue virus serotypes from patients suspected DHF in Surabaya. I did my research internship for 5 weeks and published a research article after finished my research internship.

Thanks to Institute of Tropical Disease Universitas Airlangga for research internship opportunity in the Dengue Lab. Also, to all members of Dengue Lab and researchers from Kobe University, Japan.  

Cell culture

Dengue Lab

Dengue Virus (DEN-V) serotype 3, isolated from Surabaya

Cell culture
My publication in a research journal

Comments

  1. Mangagaw or tawa-tawa is the best herbal plant to cure dengue patient. Its scientific name is Euphorbia Hirta. Several cases have been cured already because this plant has the ability to increase platelet count at the highest level. Using this medicinal plant is one of several ways to increase platelet counts which is best in treating dengue illness. Also another known herbal cure for dengue is the flower of the male papaya. It is said that its effect is next to mangagaw and it is often practiced in oriental countries.

    ReplyDelete

Post a Comment

Thank you!

Popular posts from this blog

Bioteknologi Modern

S eiring dengan perkembangan ilmu pengetahuan, para ahli teknlogi mulai mengembangkan bioteknologi dengan memanfaatkan prinsip ilmiah melalui penelitian dan berupaya menghasilkan produk secara efektif dan efisien. Bioteknologi tidak hanya di manfaatkan dalam industri makanan, tetapi telah mencakup berbagai bidang seperti rekayasa genetika, penanganan polusi, penciptaan sumber energi dan lainnya. Dengan adanya penelitian serta perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi, maka bioteknologi makin besar manfaatnya untuk masa yang akan datang. Berikut beberapa penerapan bioteknologi yang akan di bahas: A. Rekayasa Genetika Rekayasa genetika merupakan suatu cara memanipulasikan gen untuk menghasilkan mahluk hidup baru dengan sifat yang diinginkan. Rekayasa genetika disebut juga pencakokan gen atau rekombinasi DNA. Dalam rekayasa genetika digunakan DNA untuk menggabungkan sifat mahluk hidup. Hal itu karena DNA dari setiap mahluk hidup mempunyai struktur yang sama, sehingga dapat direkom...

Keajaiban Matahari

M atahari adalah unit terbesar dari sistem tata surya kita. Matahari sangatlah panas dan mengandung gas yang selalu terbakar. Di permukaannya selalu terjadi ledakan bagaikan jutaan bom atom yang dijatuhkan tiap waktu. Ledakan ini menghasilkan lidah api raksasa yang ukurannya 40 atau 50 kali lebih besar dari bumi kita. Matahari seperti bola api raksasa yang memberikan panas dan cahaya yang sangat besar dari permukaannya. Ruang angkasa, bagaimanapun, gelap gulita. Bumi kita adalah salah satu bagian yang indah dari kegelapan mutlak itu. Dan, tidak ada unit lain selain matahari di tata surya kita yang mampu menyinari dan menghangatkan bumi kita. Apabila bukan dari matahari, maka akan terjadi malam selama-lamanya, dan setiap daerah akan terselimuti es. Kehidupan dengan begitu akan mustahil, dan kita pun tidak akan ada. Panas yang diberikan matahari akan sangat tinggi selama musim panas. Namun, matahari ja...

Pengawet Mayat untuk Pengawet Makanan!!!

M emasuki kamar mayat dirumah sakit mana pun adalah sama. Begitu masuk, bukan tercium bau mayat yang mungkin sudah membusuk, tetapi bau senyawa pengawet yang menyengat dapat mengeluarkan air mata dan kemungkinan besar bagi yang tak biasa atau bau menciumnya akan meyebabkan muntah-muntah. Dengan demikian, tidak aneh para petugas terkait memakai masker, yang menutupi hidung dan mulutnya. Inilah formalin, senyawa kimia yang lebih umum dikenal sebagai pengawet mayat di kamar mayat sebelum dibawah oleh keluarganya. Akan tetapi sekarang, mengapa ada pengusaha atau pedagang yang tega menggunakan formalin (senyawa pengawet) tersebut, bukan untuk pengawet mayat tetapi justru untuk pengawet makanan??? Dari data dan informasi Badan Pengawasan Obat dan Makanan (BPOM) Departemen Kesehatan yang beredar/sudah disiarkan oleh beberapa media masa, tercatat lebih dari 80% (86,2%) mie basah yang banyak dijual dipasar, toko swalayan ataupun sudah menjadi bahan utama di tukang mi kocok, tukang bakso, ...